Nasional

Bantah Klaim Gibran, WALHI Kalteng: Program Food Estate di Gunung Mas Gagal

Avatar of Redaksi Beritakanal.net
10
×

Bantah Klaim Gibran, WALHI Kalteng: Program Food Estate di Gunung Mas Gagal

Sebarkan artikel ini
Lahan kosong yang sejatinya akan dijadikan untuk program food estate singkong Kementerian Pertahanan di Gunung Mas Kalteng ternyata gagal sekarang ditanya Ami pohon jagung. Foto: dok
Lahan kosong yang sejatinya akan dijadikan untuk program food estate singkong Kementerian Pertahanan di Gunung Mas Kalteng ternyata gagal sekarang ditanya Ami pohon jagung. Foto: dok
62 / 100

Jakarta, Dalam acara debat calon wakil presiden (cawapres) kemarin malam, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka mengklaim program food estate di Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil.

Namun klaim dari Gibran dibantah oleh Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Tengah Bayu Herinata. Ia mengatakan hingga hari ini belum ada panen di food estate yang telah dikerjakan pemerintah di sana.

Baca juga: Setelah Bikin Gaduh Admin X Kemhan Minta Maaf, Khilaf!

” Food estate e gagal, terutama yang food estate singkong di Gunung Mas. Singkong di sana gagal tumbuh. Lalu diganti jagung, itu juga maksimal tumbuhnya dan belum ada panen sampai hari ini,” ujar Bayu dalam keterangannya yang diterima beritakanal.net di Jakarta, Senin, (22/1/2024).

Menurut Bayu food estate di Gunung Mas awalnya ditanami singkong oleh Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto namun tanah di sana ternyata tidak cocok dengan singkong, sehingga singkong yang ditanam di sana tidak bisa tumbuh sehingga gagal panen.

Baca juga: Darurat Kecurangan Pemilu, Imparsial: Presiden Segera Copot Prabowo Subianto dari Menhan, Bawaslu RI Harus Bertindak

“Padahal, hutan sudah terlanjur dibabat yang menyebabkan kerusakan lingkungan serta bencana banjir di daerah sekitar lahan food estate,” ujarnya.

Belakangan, lanjut Bayu, lahan yang sempat mangkrak itu juga ditanami jagung. Penanaman jagung di sana pun terkesan dipaksakan karena ditanam dalam polybag sehingga membutuhkan biaya tambahan.