DaerahHukum & Kriminal

Ditreskrimum Polda Sumsel Amankan Pelaku Penipuan Rekrutmen Anggota Polri Tahun 2023

Avatar of Zulkarnain
49
×

Ditreskrimum Polda Sumsel Amankan Pelaku Penipuan Rekrutmen Anggota Polri Tahun 2023

Sebarkan artikel ini
IMG 20240628 035458 scaled
62 / 100

Palembang, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkap kasus penipuan rekrutmen calon anggota Polri yang dilakukan pelaku berinisial AH dan pelaku sudah diamankan.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo mengatakan bahwa terungkapnya kasus penipuan ini, berawal dari laporan Adriyan selaku korban kepada Unit 4 Subdit 1 Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel pada (30/1/2024) beberapa Bulan lalu.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, AH dijadikan sebagai tersangka. Pada saat menghadiri panggilan penyidik, Kasubdit I Kamneg, AKBP Wisdon Arizal memerintahkan timnya untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka,” katanya saat konferensi pers dengan awak media di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (27/6/2024).

Berdasarkan keterangan, tersangka membenarkan telah melakukan penipuan dan atau penggelapan terhadap korban dengan mengaku sebagai anggota Brimob Polri yang berpangkat Kompol dan bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

“Tersangka menjanjikan kepada Korban dapat membantu anaknya lulus dan lolos test menjadi Bintara Polri Tahun 2023, dengan meminta sejumlah uang dengan total mencapai Rp 345 Juta,” ujar Anwar.

mantan Direktur Ditresnarkoba Polda Nangroe Aceh Darussalam (NAD) ini menjelaskan tersangka menjanjikan kepada korban pada, Minggu (16/4/2023) sekira Pukul 15.00 WIB, di perumahan Griya Interbis Indah tahap 4 Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang.

“Uang yang dipinta oleh tersangka kepada korban, dengan alasan untuk diberikan kepada pimpinan dan karena yakin dan percaya korban menyerahkan uang tersebut secara transfer sebanyak 6 (enam) kali dan cash 1 (satu) kali,” jelas Anwar.

Anwar mengatakan setelah korban mengetahui bahwa anaknya tidak lulus test menjadi Bintara Polri, korban meminta kembali uang tersebut, namun tersangka selalu menghindar, sehingga korban melaporkanya kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.

“Tersangka mengaku sebagai anggota Polri berpangkat Kompol hanya untuk melakukan penipuan terhadap korban,” ungkapnya.

Dirinya menyampaikan tersangka dan barang bukti saat ini diamankan di kantor Ditreskrimum Polda Sumsel untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatan tersangka, dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP, dengan ancaman pidana diatas 5 (lima) Tahun penjara,” pungkas Anwar.